Pembatal Keislaman (2):
Menjadikan Perantara antara dia dan Allah dalam Peribadahan
Barangsiapa menjadikan antara
dia dengan Allah perantara-perantara di mana dia berdoa, meminta dan bertawakal
kepada mereka, maka dia telah kafir secara ijma’
Penjelasan:
Ini adalah salah satu dari jenis pembatal yang pertama, yaitu orang
yang menjadikan antara dia dengan Allah ada perantara-perantara, akan tetapi
Asy Syaikh rahimahullah memisahkannya dan menjadikannya sebagai pembatal
keislaman yang tersendiri disebabkan banyak tejadinya perbuatan ini. Hal ini
terjadi pada orang-orang yang mengaku Islam dan ini banyak terjadi pada para
penyembah kubur; mereka mendekatkan diri kepada wali agar memberi syafa’at
untuk mereka di sisi Allah atau agar menyampaikan kebutuhan-kebutuhan mereka
kepada Allah –dengan persangkaan mereka- menjadikan perantara-perantara dari
selain Allah subhanahu wata’ala, menyembelih untuk mereka, nadzar untuk mereka
dan istighotsah dengan mereka.
Dan dia mengatakan: “Ini bukanlah syirik, ini hanyalah perantara,
mencari perantara dan syafa’at yang bisa menyampaikanku kepada Allah. Ini
adalah orang sholih yang punya kedudukan di sisi Allah, maka aku mendekatkan
diri kepadanya agar dia mendekatkan diriku kepada Allah.” Ini adalah hujjahnya
dan itu merupakan hujjah orang-orang musyrik yang terdahulu:
“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata):
“Kami tidak beribadah kepada mereka, melainkan agar mereka mendekatkan kami
kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (Az Zumar: 3)
Mereka mengatakan: kami tidak menjadikan mereka sebagai tandingan bagi
Allah, akan tetapi kami menjadikan mereka sebagai perantara yang mendekatkan
diri kami (kepada Allah), padahal Allah telah menamainya sebagai syirik (Allah
berfirman):
“Dan mereka beribadah kepada selain Allah apa yang tidak dapat
mendatangkan kemadharatan kepada mereka dan tidak (pula) mendatangkan
kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kami di
sisi Allah.” Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak
diketahuinya baik di langit dan di bumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari
apa yang mereka mempersekutukan (itu).” (Yunus: 18)
Allah telah menamainya sebagai perbuatan syirik sedangkan mereka
menamainya meminta syafa’at. Ini adalah realita yang terjadi, bahwasanya
kebanyakan orang yang mengaku Islam dan apa yang mereka lakukan terhadap
kuburan-kuburan sekarang, mereka menjadikannya sebagai perantara antara mereka
dengan Allah.
Masalah ini tersamar atas kebanyakan orang, bahkan para penuntut ilmu
dan di sana ada para ulama yang membela mereka dan mengatakan: “perkara ini
bukanlah syirik, yang dimaksud syirik adalah beribadah kepada berhala dan
mereka ini tidaklah beribadah kepada berhala.”
Ya Subhanallah, beribadah kepada berhala adalah salah satu jenis dari
jenis-jenis perbuatan syirik. Yang dinamakan syirik adalah beribadah kepada
selain Allah sama, saja apakah yang diibadahi berupa berhala, pohon, batu,
kuburan, wali, malaikat ataupun orang-orang sholih, ini semua adalah syirik dan
tidaklah yang dimaksud syirik itu hanya beribadah kepada berhala saja.
(Dinukil untuk Blog Ulama Sunnah http://www.ulamasunnah.wordpress.com
dari 10 Pembatal Keislaman, karya Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, penerjemah:
Al-Ustadz Abu Hamzah Abdul Majid, Penerbit Cahaya Ilmu Press, Yogyakarta)
Pembatal Keislaman (2): Menjadikan Perantara antara dia dan Allah dalam Peribadahan
Reviewed by suqamuslim
on
Mei 26, 2018
Rating:
Reviewed by suqamuslim
on
Mei 26, 2018
Rating:

Tidak ada komentar: