Pembatal Keislaman (3): Tidak
Mengkafirkan Orang Kafir
Pembatal Ketiga: Barangsiapa
tidak mengkafirkan orang-orang musyrik atau ragu tentang kekafiran mereka atau
membenarkan madzhab mereka, maka dia telah kafir.
Penjelasan:
Masalah ini sangat berbahaya, banyak dari orang-orang yang menisbatkan
diri kepada Islam terjatuh padanya (barangsiapa tidak mengkafirkan orang-orang
musyrik) seperti mengatakan: “Saya, alhamdulillah tidak ada kesyirikan pada
diri saya dan saya tidak berbuat syirik kepada Allah. Akan tetapi manusia (yang
berbuat syirik) aku tidak mengkafirkan mereka.”
Kita katakan kepadanya:
Kamu tidak tahu agama ini, wajib bagimu untuk mengkafirkan orang yang
telah Allah kafirkan dan yang telah berbuat syirik kepada Allah, wajib bagimu
untuk berlepas diri darinya sebagaimana Nabi Ibrahim telah berlepas diri dari
bapaknya dan kaumnya, beliau berkata (seabagaimana dalam ayat berikut ini):
“Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah, tetapi
(aku beribadah kepada) Dzat yang telah menciptakanku, karena sesungguhnya Dia
akan memberi hidayah kepadaku.” (Az Zukhruf: 26-27)
(atau membenarkan madzhab mereka) ini lebih berbahaya, apabila dia
membenarkan madzhab mereka atau mengatakan terhadap apa yang mereka perbuat:
perlu dilihat dulu, ini kan hanya menjadikan perantara-perantara. Atau dia
mengatakan: “Mereka adalah orang-orang bodoh, mereka terjatuh dalam perkara ini
karena kebodohan mereka,” dan dia membela mereka. Maka orang seperti ini
kekafirannya lebih dahsyat dibandingkan orang-orang yang melakukan perbuatan
syirik tersebut, karena dia membenarkan kekufuran dan kesyirikan atau ragu
tentangnya.
Kita katakan kepada mereka:
Keadaanmu sebagai seorang muslim dan pengikut Rasul shallallahu alaihi
wasallam, sedangkan Rasul shallallahu alaihi wasallam datang dengan
mengkafirkan kaum musyrikin dan memerangi mereka serta menghalalkan harta dan
darah mereka, beliau bersabda:
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia agar mereka mengucapkan laa
ilaaha ilallah.”
“Aku diutus sampai hanya Allah saja yang diibadahi.”
“Dan perangilah mereka sampai tidak terjadi fitnah.” (Al-Anfal: 39)
Yang dimaksud fitnah dalam ayat ini adalah syirik.
“Dan sampai agama ini seluruhnya untuk Allah.” (Al-Anfal: 39)
(Dinukil untuk Blog Ulama Sunnah http://www.ulamasunnah.wordpress.com
dari 10 Pembatal Keislaman, karya Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, penerjemah:
Al-Ustadz Abu Hamzah Abdul Majid, Penerbit Cahaya Ilmu Press, Yogyakarta)
Pembatal Keislaman (3): Tidak Mengkafirkan Orang Kafir
Reviewed by suqamuslim
on
Mei 26, 2018
Rating:
Reviewed by suqamuslim
on
Mei 26, 2018
Rating:

Tidak ada komentar: