Pembatal Keislaman (7): Sihir
Pembatal ketujuh:
Sihir, dan termasuk dari sihir
adalah ash shorf (memalingkan seseorang dari perkara yang disukainya) dan al
athfu (menjadikan seseorang mencintai apa yang tidak disukai), barang siapa
melakukannya atau meridhoinya, maka dia telah kafir. Dalilnya firman Allah
subhanahu wata’ala:
“Sedang keduanya tidak
mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami
hanya cobaan (bagimu) sebab itu janganlah kamu kafir.” (Al-Baqarah: 102)
Penjelasan:
Jenis ketujuh dari jenis-jenis kemurtadan adalah sihir. Sihir adalah
suatu perbuatan yang dilakukan oleh tukang sihir, dan sihir itu ada 2 (dua)
jenis:
1. Sihir hakiki (secara hakikatnya)
2. Sihir takhyili (pengkhayalan).
Jenis yang pertama: sihir hakiki adalah ungkapan tentang buhu-buhul
yang ditiup padanya oleh tukang sihir dan bacaan serta ucapan yang dijapu-japu
(bacaan dan ucapan yang tidak jelas) dan tukang sihir tersebut minta bantuan
syetan-syetan dalam ucapan mereka ini, juga jimat-jimat yang mereka
menggantungkannya serta tulisan-tulisan dan mantera-mantera yang mereka
menulisnya dengan nama-nama syetan. Ini adalah sihir hakiki, sihir ini bisa
berpengaruh buruk kepada yang disihir, bisa jadi dengan membunuhnya atau
menyakitinya serta mengacaukan ingatannya.
Jenis kedua: sihir takhyili yaitu dengan cara melakukan
perbuatan-perbuatan yang dikhayalkan kepada manusia bahwa perkara tersebut
adalah benar padahal tidak benar. Seperti dia mengkhayalkan kepada manusia
bahwa dia berubah menjadi hewan atau membunuh seseorang kemudian
menghidupkannya, memotong kepala mereka kemudian mengembalikannya, menarik
mobil dengan rambut atau giginya, dia dilindas mobil dan tidak membahayakannya,
dia masuk ke dalam api atau makan api, menikam dirinya dengan besi atau menusuk
matanya dengan besi panas atau dia makan kaca. Semuanya ini adalah termasuk
jenis sulapan yang tidak ada hakekatnya, seperti sihirnya para tukang sihir
Fir’aun.
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“Dikhayalkan kepadanya (Musa) seakan-akan tali-tali itu merayap dengan
cepat, lantaran sihir mereka.” (Thoha: 66)
Allah subhanahu wata’ala juga berfirman:
“Mereka menyulap (menyihir) mata-mata manusia dan menjadikan orang
banyak itu takut.” (Al-A’raf: 116)
Ini adalah sihir takhyili dan ini mereka namakan dengan al qumroh
(warna putih yang ada kekeruhan) yang diperbuat oleh tukang sihir terhadap
mata-mata manusia, kemudian apabila telah habis al qumroh, maka perkara-perkara
itu akan kembali pada hakekat yang sebenarnya.
Perbuatan sihir ini adalah kufur, dalilnya firman Allah subhanahu
wata’ala:
“Akan tetapi syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan sihir),
mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (Al-Baqarah: 102)
Mempelajari sihir dan mengajarkannya adalah kufur kepada Allah dan
termasuk jenis kemurtadan, maka tukang sihir adalah murtad, apabila dia seorang
mukmin kemudian berbuat sihir sungguh dia telah murtad dari agama Islam dan dia
dibunuh tanpa dimintai taubat terlebih dahulu menurut sebagian ulama, karena
walaupun dia telah bertaubat secara dhohir dia tetap menipu manusia dan tidak
akan hilang ilmu sihir dari hatinya walaupun dia telah bertaubat. Dalilnya
firman Allah subhanahu wata’ala:
“Sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum
mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu) sebab itu janganlah kamu
kafir.” (Al-Baqarah: 102)
Allah subhanahu wata’ala menurunkan dua malaikat dari langit yang
mengajarkan sihir sebagai cobaan dan ujian bagi manusia, apabila ada yang
datang kepada keduanya untuk belajar sihir, mereka berdua menasehatinya dan
berkata kepadanya: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu) sebab itu janganlah
kamu kafir.” Yakni janganlah kamu mempelajari sihir. Maka hal ini menunjukkan
bahwa mempelajari sihir adalah kafir.
(Dinukil untuk Blog Ulama Sunnah http://www.ulamasunnah.wordpress.com
dari 10 Pembatal Keislaman, karya Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, penerjemah:
Al-Ustadz Abu Hamzah Abdul Majid, Penerbit Cahaya Ilmu Press, Yogyakarta)
Pembatal Keislaman (7): Sihir : Sihir
Reviewed by suqamuslim
on
Mei 26, 2018
Rating:
Reviewed by suqamuslim
on
Mei 26, 2018
Rating:

Tidak ada komentar: