Pembatal Keislaman (10):
Berpaling dari Agama Allah
Pembatal kesepuluh: Berpaling
dari agama Allah, tidak mempelajarinya dan tidak mengamalkannya
Penjelasan:
Yang kesepuluh –dan ini yang terakhir- yaitu berpaling dari agama
Allah, tidak perhatian kepadanya, tidak mempelajarinya, kalaupun dia
mempelajarinya tetapi tidak mau mengamalkannya. Pertama dia berpaling dari
ilmu, kemudian berpaling dari amal –kita memohon keselamatan kepada Allah-
sehingga walaupun seseorang beramal akan tetapi tidak didasari ilmu maka
amalannya adalah sesat, oleh karena itu seseorang harus belajar terlebih dahulu
baru kemudian beramal. Adapun orang yang telah memperoleh ilmu kemudian
meninggalkan amal, maka dia termasuk orang-orang yang dimurkai dan barangsiapa
beramal tetapi meninggalkan ilmu, maka dia termasuk orang-orang yang sesat.
Perkara inilah yang kita selalu berlindung darinya kepada Allah pada
setiap raka’at:
“Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah
Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai (yahudi)
dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (nashrani).” (Al-Fathihah: 6-7)
Barangsiapa berpaling dari agama Allah, tidak mempelajarinya dan tidak
mau mengamalkannya, maka sungguh dia menjadi murtad dari agama Islam. Allah
subhanahu wata’ala berfirman:
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Kitab-Ku), maka
sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (Thaha: 124)
Berpaling dari peringatan-Ku adalah tidak mempelajarinya dan tidak
mengamalkannya.
“Dan orang-orang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada
mereka.” (Al-Ahqaf: 3)
“Dan siapakah yang lebih dzalim dari orang yang telah diperingatkan
dengan ayat-ayat Rabbnya kemudian ia berpaling darinya? Sesungguhnya Kami akan
memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.” (As Sajdah: 22)
Dia berpaling darinya setelah diingatkan dengannya.
Di sana ada manusia yang tidak mempelajari agama ini karena malas,
orang seperti ini tidak dikafirkan tetapi dicela karena kemalasannya. Adapun
apabila dia meninggalkan untuk menuntut ilmu karena tidak menyukai ilmu itu,
maka inilah yang disebut berpaling dari ilmu dan kita berlindung kepada Allah
(darinya), inilah yang dikafirkan.
Apabila seseorang menyukai ilmu dan mencintainya akan tetapi dia malas
karena menuntut ilmu itu sulit, membutuhkan kesabaran, menahan diri dan duduk
(untuk menuntut ilmu) sedangkan dia malas, maka dia dicela atas kemalasannya
dan peremehannya akan tetapi tidak sampai batas kekafiran.
Dan dalilnya firman Allah:
“Dan siapakah yang lebih dzalim
dari orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya kemudian ia
berpaling darinya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada
orang-orang yang berdosa.” (As Sajdah: 22)
Penjelasan:
Berpaling yang menunjukkan bahwa dia tidak menyukai ilmu atau
membencinya ini adalah kekafiran dan kita berlindung kepada Allah (darinya).
(Dinukil untuk Blog Ulama Sunnah http://www.ulamasunnah.wordpress.com
dari 10 Pembatal Keislaman, karya Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, penerjemah:
Al-Ustadz Abu Hamzah Abdul Majid, Penerbit Cahaya Ilmu Press, Yogyakarta)
Pembatal Keislaman (10): Berpaling dari Agama Allah
Reviewed by suqamuslim
on
Mei 26, 2018
Rating:
Reviewed by suqamuslim
on
Mei 26, 2018
Rating:

Tidak ada komentar: